Minggu, 23 Maret 2014

INTERNET DOWNLOAD MANAGER WITH PATCH

Sekarang anda dapat download idm terbaru full version with patch dan tentunya idm terbaru gratis tanpa registrasi. Internet Download Manager merupakan salah satu aplikasi yang bermanfaat untuk mempercepat proses download file di internet. Hanya dengan perlu klik 1 kali, maka berkas atau file yang anda inginkan segera terunduh, inilah yang membuat idm digemari banyak netters.


Bagi anda yang berlum punya aplikasi IDM ini saya sarankan segera download IDM terbaru full version, namun pastikan anda download idm + patch nya juga. Karena aplikasi ini sebenarnya tidak gratis dan merupakan aplikasi berbayar seharga $29.95. Aplikasi ini sangatlah canggih, karena idm mendukung penggunaan proxy server, ftp and http protocols, firewalls, redirects, cookies, dan lain lain.

Nah khusus buat yang suka download video, anda juga dapat menggunakan aplikasi idm terbaru ini untuk mendownload video di youtube dengan mudah. Karena aplikasi internet download manager ini terintegrasikan otomatis ke beberapa browser seperti internet explorer, mozilla firefox, google chrome, AOL, opera dll.

Baiklah tanpa perlu panjang lebar lagi berikut ini tautan atau link untuk download idm terbaru full version + patch nya, dijamin gratis tanpa registrasi.

Download IDM Terbaru Full Version
1. Download Internet Download Manager Now. (5.00 MB)
2. Download Patch (200kb)

Cara Memakai Patch IDM :
1. Setelah download selesai langsung saja klik aplikasi idm.exe nya.
2. Setelah proses instal selesai langsung close atau tutup aplikasi idm nya.
3. Jalankan aplikasi patch nya, klik "patch" > Drive C > Program file > Internet Download Manager > pilih "IDMan" > Sukses :D

Nah itulah cara membuat idm full version gratis dan juga tautan untuk download idm terbaru + patch nya. Dengan idm terbaru ini anda dapat download file hingga 5x lebih cepat. Baiklah, demikian share mengenai download idm terbaru full version kali ini semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Maret 2014

Cara Menjadikan Android Sebagai Modem

Cara Menjadikan Android Sebagai Modem - Semakin pesatnya perkembangan teknologi membuat semakin banyak pula gadget - gadget canggih yang beredar dipasaran. Rata - rata gadget tersebut memang ditujukan untuk mempermudah beberapa pekerjaan kita, meskipun tidak sedikit pula yang lebih ditujukan untuk fashion. Saat ini, gadget yang paling banyak digunakan oleh masyarakat luas adalah yang berjenis smartphone atau ponsel pintar.

Memanfaatkan Android sebagai modem
Smartphone yang paling banyak digunakan atau yang paling populer saat ini adalah smartphone yang memiliki sistem operasi Android. Dimana sistem operasi ini bebas diadopsi oleh siapa saja sehingga banyak vendor ponsel yang menggunakannya pada perangkat smartphone andalannya, sebut saja Sony dengan Xperia nya, Samsung dengan Galaxy nya, LG, HTC dan masih banyak lagi vendor yang menggunakan sistem operasi Android.


Sejak dirilisnya Android versi 2.2 (Froyo), smartphone Android memiliki kemampuan untuk berbagi lalu lintas data dengan perangkat lain atau disebut juga dengan tethering. Dan ini adalah salah satu fitur yang menurut saya berguna sekali karena kita tidak perlu lagi membeli banyak paket internet untuk beberapa perangkat yang kita miliki karena perangkat Android versi 2.2 keatas ini sudah bisa dimanfaatkan layaknya modem. Nah untuk posting kali ini saya akan memberikan tips dasar Android tentang bagaimana cara menjadikan Android sebagai modem.

Ada 2 cara yang bisa digunakan untuk memanfaatkan Android sebagai modem, yakni dengan menggunakan kabel USB (USB tethering) dan atau dengan metode tanpa kabel (WiFi tethering). Namun perlu diingat bahwa cara dan contoh screenshot dibawah menggunakan Samsung Galaxy Y duos yang menggunakan sistem operasi Android v2.3 Gingerbread. Untuk versi merek dan versi Android lain mungkin akan memiliki tampilan dan cara yang sedikit berbeda, namun dasarnya tetap sama seperti pada cara yang akan saya terangkan. Oke kita mulai saja ke metode yang pertama :

Menggunakan Android sebagai modem WiFi


1. Pertama, buka menu pengaturan atau setting pada smartphone, lalu pilih Nirkabel dan Jaringan

Pengaturan Nirkabel dan Jaringan
Nirkabel dan Jaringan
2. Kemudian pilih menu Tethering dan Portable Hotspot seperti gambar di bawah

Tethering dan Portable Hotspot
Tethering dan Portable Hotspot
3. Lalu akan muncul dua menu seperti gambar dibawah

Wi-Fi portable
Pilih salah satu
Pilih Hotspot Wi-Fi portable (ditunjuk dengan panah berwarna hijau). Untuk pengaturan lebih lanjut seperti penggunaan pasword agar orang lain tidak bisa leluasa menggunakan Wi-Fi portable dari kita, pilih pengaturan hotspot Wi-Fi portable. Nah sekarang kita lanjut ke metode yang kedua

Menggunakan Android sebagai modem via USB


Jika anda ingin menggunakannya melalui USB, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memasangkan smartphone Android anda dengan perangkat seperti laptop atau PC melalui kabel USB.

  • (Pada smartphone anda) sebelum menyatukannya dengan PC atau laptop, gunakan USB connection mode sebagai MSC (Mass Storage). Anda bisa menemukannya pada gambar kedua yang ada di atas, lalu pilih Utilitas USB. (Selain Android v2.3 mungkin anda akan menemukannya di tempat lain. Silahkan eksplorasi untuk mencarinya)
  • Hubungkan smartphone anda dengan laptop / PC via USB. Jika sudah terhubung, tunggu beberapa saat agar PC membaca perangkat anda.
  • Jika sudah terbaca, scroll down layar bagian paling atas (tempat notifikasi dan quick panel) lalu sentuh SD card telah terhubung/ SD card connected, agar PC tidak lagi membaca SD card anda. Namun jangan terburu-buru untuk menghindari kerusakan pada SD card anda.
  • Tunggu dan biarkan beberapa saat agar device atau smartphone anda membaca kembali SD card. Disini juga saya sarankan untuk tidak terburu - buru untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan seperti hang pada smartphone atau kerusakan pada SD card misalnya.
  • Jika sudah, ikuti langkah pada gambar diatas, dan pada gambar ketiga di atas pilih penambatan USB (yang ditunjuk dengan panah berwarna merah)

Bagaimana, cukup mudah bukan menjadikan Android sebagai modem? Mungkin itu saja yang bisa saya bahas kali ini. . Semoga bermanfaat.

Rabu, 12 Februari 2014

Cool Edit Pro 8.5.1 for Windows 7 Full

Cool Edit Pro 8.5.1 for Windows 7 Full

Jika anda mencari software untuk editing Audio atau Recording yang tepat. Maka software ini jawabnnya. Cool Edit Pro merupakan software yang handal dan sangat mudah bahkan untuk pemula sekaligus. Fasilitas editing audio software ini sangat lengkap, mulai dari memotong audio, menggabungkan, membersihkan audio dari noise, memberi effect audio. Bahkan dilengkapi dengan Recording yang terbilang lengkap seperti Recording Music, suara, atau record dari winamp dan record dari suara yang keluar dari komputer. tinggal memilih media record yang sesuai dengan peralatan yang anda miliki. Ditambah lagi memampuan untuk membaca segala jenis file audio dan output file yang lengkap.Dulu software ini hanya bisa di operasikan di Windows XP, tanpa bisa berjalan dengan baik di Windows 7 ataupun Windows 8. Akan tetapi sekarang Cool Edit Pro telah merilis versi 8.5. yang compatible untuk windows 7 dan 8. Jadi gak perlu bingung lagi karena OS anda bukan XP.Software ini juga di gunakan oleh para Production Record terkenal. karena kejernihan suara yang dihasilkan dan kemudahan operasionalnya. Jadi tunggu apalagi. Download aja... (Link Cepat lagi)Download Cool Edit Pro 8.5.1 For Windows 7

Kamis, 06 Februari 2014

Hikayat Kemiskinan China Benteng

Bertumbuh di awal abad ke-19. Tergusur oleh sejarah?  

Add caption

                                                                                                                                                                      Jika ingin menghayati keterasingan sebuah kampung di pinggir Jakarta, maka lewatlah ke Sewan Lebak Wangi, di Kecamatan Neglasari, Tangerang.  Kesenyapan menyergap. Tak terdengar deru kendaraan dari jalan raya. Tak ada asap knalpot yang membuat dada sesak.Terletak di pintu air Sungai Cisadane, kampung itu seperti siap bercerita tentang dirinya sejak di pintu gerbang. Ada gapura merah bertuliskan “Perkumpulan Tjong Tek Bio”. Sebuah jalan setapak dengan semen cetak  bersusun membelah perkampungan itu.Rumah-rumah warga terpacak dengan begitu sederhana. Hanya segelintir yang punya mobil terparkir di garasi. Di teras rumah, warga keturunan Tionghoa bercengkerama. Anjing-anjing berkeliaran.Hampir di setiap pekarangan rumah kita temukan secarik kertas kuning menempel dengan goresan aksara China. Atau di sudut rumah yang sempit itu selalu ada jambangan kecil penuh hio, dan beberapa batang lilin, menemani sebingkai foto dari seseorang yang telah meninggal.Warga kampung ini memang mayoritas keturunan Tionghoa. Tapi berbeda dengan Tionghoa kebanyakan, mereka punya sebutan khusus: “China Benteng”. Sebuah klenteng besar di tengah kampung, Hong Tek Tjeng Sin—ini klenteng tertua ketiga di Tangerang berdiri sejak 1830, seakan menjadi saksi bagi sejarah kampung itu.China Benteng adalah potret lain dari gambaran klise tentang warga Tionghoa. Kian merasuk ke dalam kampung, kemiskinan menyapa akrab. Rumah berdinding semen kian jarang. Menyeruak rumah-rumah kecil berdinding gedhek dan bertiang bambu.  Saling berhimpitan, dan tak menyisakan celah. Gang sempit itu terasa kian sesak.Menyuruk ke belakang,  berjejer rumah di sepanjang aliran sungai. Banyak keluarga menetap di tepi sungai itu.  Mereka mandi, membuang sampah, dan mencuci di sana. Saat dikunjungi VIVAnews, beberapa warga tampak membersihkan ikan bandeng di tepian sungai. “Untuk persiapan Imlek,” kata mereka. Harus sedikit hati-hati berada di tepi sungai itu. Di titik tertentu baru saja terjadi bantaran kali yang longsor.Kian ke dalam, jalanan kampung bersemen cetak itu kian menyempit. Di ujungnya hanya tinggal jalan setapak yang hanya muat dilalui satu sepeda motor. Sisanya, adalah sepotong jalan tanah yang becek saat terendam air.  Seringkali saat hujan mengguyur deras, tanah-tanah becek di tepi sungai itu ambrol ke bawah.Jalan semen cetak bersusun atau paving blok itu sendiri baru dipasang sekitar 2005 lalu. Dia memberikan sentuhan kerapian yang kontras dengan centang perenang rumah warga. Bilik-bilik kumuh itu selalu terancam banjir karena letaknya dengan sungai hanya selangkah saja.Di tepi sungai itu, ada sebuah rumah kecil. Penghuninya seorang lelaki berusia 86 tahun. Namanya Suhadi alias Cin Siu. Rumah  itu berada paling depan, terbuat dari bambu, dan siap menyambut siapa saja yang menginjakkan kaki ke kampung di bantaran sungai itu.Sudah puluhan tahun Suhadi berdiam di sana. Di bagian depan, ada plang besi bertuliskan “Ketua RT Sewan Lebak Wangi RT 002/04”. Dulu, ia memang Ketua RT. Namun jabatan itu kini dilengserkan pada salah satu dari 17 putranya.Di samping rumah, lelaki kurus itu memelihara ayam dan kambing. Mereka diletakkan dalam dua kandang berbeda. Tepat di samping kandang, Sungai Cisadane mengalir deras.Suhadi adalah saksi hidup berkembangnya perkampungan Sewan Lebak Wangi. Imlek seorang veteran Suhadi bercerita, dia adalah seorang veteran perang saat “babat alas” di Sewan Lebak Wangi. Tahun 1951, ia baru pulang dari sebuah pertempuran di tanah Papua. Tapi kembali ke Jakarta, membuatnya gusar. Ia tak punya tempat tinggal.Berbekal seragam veteran dan senjata otomatis di pinggang, ia menghadap orang penting kala itu. Suhadi meminta izin, agar boleh dibiarkan tinggal di bantaran Sungai Cisadane. “Dijawab, silakan saja,” ujar Suhadi menirukan ucapan si orang penting.Ia mengaku sebagai orang pertama yang mendirikan rumah di sana. Rumah itu sudah tiga kali mengalami perbaikan. Sederhana, hanya terbuat dari bilah-bilah bambu. Atapnya dedaunan kering, alasnya tanah. Persis rumah di desa terpencil.Bertahun-tahun rumah itu menjadi tempatnya bernaung bersama istri, yang kemudian meninggal tahun 2005. Foto mendiang istrinya, masih dipajang di meja ruang utama. Di kanan kiri foto, ada lampu berbentuk lilin. Di pucuknya ada bohlam merah, terkesan seperti api lilin yang biasa dipakai bersembahyang.Tepat di depan foto, ada tempat meletakkan hio. Abunya sudah menumpuk. Seikat hio disediakan di sampingnya. Tiap hari, Suhadi mendoakan istrinya dengan hio itu.Tapi dengan cepat kita bisa membaca kemiskinan yang menusuk. Di meja sembahyang itu, tak ada persembahan mencolok. Di depan foto istri Suhadi  tak ada setumpuk jeruk, pisang, atau apel, seperti  laiknya sebuah altar.  Yang ada hanya segelas plastik air mineral, dengan sebuah sedotan. Ia memang seorang veteran yang miskin. Setelah tak lagi jadi pejuang, ia bekerja serabutan, mengerjakan apa saja yang membutuhkan kekuatan fisik. Memenuhi permintaan orang-orang, dipanggil ke sana kemari. Tapi karena badannya mulai lapuk oleh usia, ia berhenti jadi pekerja kasar. Bapak 17 anak itu kini hanya berdagang obat. Semacam teh pahit yang terbuat dari rebusan tanaman herbal. “Penyakit apa saja, bisa sembuh. Mau coba?” ujarnya sambil menawarkan rebusan teh itu kepadaVIVAnews. Ia butuh waktu sehari semalam meracik ramuan. Bahannya ia pesan dari tukang becak langganan. Suhadi sendiri sudah tak mungkin berkeliling mencari tumbuhan yang dibutuhkan. Sekali meracik, ia bisa membuat beberapa botol ramuan. Satu botol dihargai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. “Seikhlasnya yang ngasih,” ia menyebutkan. Tapi, pembeli tak datang setiap hari. Botol –botol itu hanya kadang-kadang saja laku. Seni meracik ramuan itu, didapat Suhadi dari kakeknya yang juga keturunan Tionghoa. Daripada mengandalkan uang pensiun veteran yang kecil, ia memilih berjualan obat. Di depan rumahnya ada spanduk besar bertuliskan “Di Sini Sedia Ramuan Tradisional untuk Menyembuhkan Segala Macam Penyakit”.Sehari-hari, jika obatnya tak ada yang laku, Suhadi menumpang hidup pada anak-anaknya. Sayangnya, ekonomi mereka pun tak lebih baik dari dirinya. Seorang anaknya berjualan barang kelontong di serambi rumah. Kopi, makanan ringan, sampai tali rafia. Kehidupan ekonomi di kampung itu memang seret. Di kedai itu sebuah tulisan menempel dengan huruf tegas, atau mungkin terpaksa: “Tidak Boleh Utang”.Iwan Kosasih alias Lim Cun Siong, anak keempat Suhadi, pernah bekerja di pabrik pembuatan jok atau sofa kulit, di Pulogadung tahun 1988. Tapi Indoensia dihantam krisis moneter pada tahun 1997.  Iwan diberhentikan bersama ratusan pekerja lain. Ia sempat berdagang kue basah, tapi hanya sebentar. Kini, Iwan pengangguran.Kondisi kekurangan itu membuat Suhadi sekeluarga tak merasakan euforia perayaan tahun baru China alias Imlek.Di rumahnya, tak ada yang menunjukkan identitas Tionghoa selain lampu lilin dan hio di sekitar foto sang istri. Juga selembar kertas kuning bertuliskan huruf China yang ditempel di atas pintu rumah. Kata Suhadi, itu untuk berkat keselamatan.“Dulu sih beli apel, rambutan, jeruk, pisang, roti baso, dan kue-kue. Tapi sekarang paling hanya sedia kue satu,” ujar Iwan. Hidangan seperti ikan bandeng pun ia usahakan tetap ada.Hanya saja, itu butuh uang ekstra. “Cari uangnya harus disiapkan dari bulan-bulan sebelumnya,” ia melanjutkan. Iwan bekerja serabutan untuk itu.  Suhadi sebenarnya sudah memeluk agama Islam sejak lama. Iwan sendiri, di KTP-nya tertera beragama Buddha. Tapi karena leluhur mereka Tionghoa, Imlek tetap dirayakan. Caranya saja yang lebih sederhana.“Paling jam 12 malam sembahyang di depan Ibu. Dia Islam, tapi mau dimakamkan secara Buddha. Selain itu, seringnya cuma nonton barongsai di klenteng. Pernah juga ada tanggapan orkes dangdut. Kalau mampu, beli lilin,” ucapnya.Di Kampung Sewan Lebak Wangi, perayaan Imlek tak semeriah di kota-kota besar. Meski 98 persen dari 70 kepala keluarga di sana adalah warga keturunan Tionghoa, mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Hanya segelintir warga yang mampu keluar dari lingkar kemiskinan, dan berhasil berdagang. (Baca tulisan bagian 3:Bun Tin dan Hoki Segelas Es) Untuk menyambut  Imlek, mereka mengandalkan bantuan dari klenteng tertua ketiga di Tangerang, Hok Tek Tjeng Sin. Saat dikunjungi VIVAnews, Senin, 27 Januari 2014, Suhadi dan warga bantaran sungai lainnya sibuk mengantre pembagian sembako di klenteng.Menurut Ong Akiang alias Saldi, salah satu pengurus klenteng, menjelang Imlek, klenteng itu banjir sedekah dari keluarga mampu untuk warga bantaran kali. Yang dibagikan adalah bahan makanan. “Dan juga angpao. Mereka kebanyakan bekerja sebagai nelayan, pemulung. Ada yang pengangguran,” ujar Ong.Kalaupun ada warga yang cukup mampu di Sewan Lebak Wangi, itu karena latar belakang keluarga mereka sejak lama. Berbeda dengan warga bantaran, yang sudah turun temurun terbelit kemiskinan.“Sekarang beli lilin yang besarnya 200 kati saja harganya Rp2,4 juta. Itu dinyalakan saat Imlek sebagai isyarat penerangan di tahun depan. Yang seperti itu paling dari donator saja,” kata Akiang melanjutkan.Memang, tak terlihat persiapan Imlek khusus di rumah-rumah warga, khususnya di bantaran sungai. Tak ada semarak merah yang menjadi ikon Imlek. Akar kemiskinanOrang-orang Tionghoa datang ke Tangerang pada abad ke-15. Data dari Museum Benteng Heritage menyebutkan, pendaratan pertama warga Tionghoa di Tangerang terjadi sekitar tahun 1407. Mereka dipimpin Chen Ci Lung, dan termasuk rombongan Armada Cheng Ho (lihatInfografik: Kisah Orang Pelarian).Saat itu mereka membaur dengan warga pribumi. “Mereka kemudian jadi anak tuan tanah karena perkawinan lokal dengan tuan tanah Betawi,” kata Thung Ju Lan, peneliti China Benteng di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Karena kawin campur itulah, mereka disebut China Benteng. Apalagi, menurut Oey Tjin Eng, juru bicara Klenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama Tangerang, mereka tinggal di dekat Benteng Makasar.Selain itu, sebutan China Benteng juga didasari perbedaan warna kulit dengan warga Tionghoa lainnya. Secara fisik, warga China Benteng berkulit lebih hitam. Matanya tak semua sipit.Ju Lan menambahkan, keseharian warga China Benteng pun mirip pribumi. Mereka tak lagi berbahasa Mandarin, melainkan Betawi. “Mereka juga potong rambut dan pakai sarung,” ujarnya menambahkan.Kemiskinan mulai melanda warga China Benteng pada abad ke-19. Saat itu, kolonial Belanda memberlakukan hierarki terhadap warga jajahannya. Sejak itu, keturunan Tionghoa mulai terjepit. Terdesak secara ekonomi, mereka lalu menjual tanah kepada sesama China yang datang tahun 1870-an. Belakangan, para pendatang jadi tuan tanah baru. Bedanya dengan China Benteng, mereka masih “totok”. Kulit lebih putih, dan mata lebih sipit.Akhirnya, pada abad ke-19 China Benteng dan peranakannya jatuh. Kondisi itu bertahan hingga kini. “Mereka nelayan dan petani. Belakangan, banyak yang juga kuli. Karena mereka sudah kehilangan tanah,” ujar Ju Lan menjelaskan.Iwan yang merupakan warga keturunan mengaku, terlalu banyak bertani jugalah yang menyebabkan warna kulit mereka lebih legam daripada China asli.Tapi percampuran warga Tionghoa dengan pribumi menghasilkan budaya unik. Saat pernikahan misalnya, perempuan Betawi biasanya menggunakan kembang goyang. Sedang lelaki Tionghoa memakai topi dengan rambut yang dikuncir.Kata Akiang, cokek dan musik gambang keromong juga hasil kawin budaya pribumi dan Tionghoa. Bahkan lontong cap gomeh pun demikian. “Orang Tionghoa itu nggak bisa bikin lontong. Yang bisa ya pribumi,” ucapnya.Walikota Tangerang, Arief Wismansyah mencatat hingga kini masyarakat China Benteng di Tangerang mencapai 300 ribuan. Mereka tersebar di tiga kecamatan: Karawaci, Neglasari, dan Tangerang.Arief menyebutkan, bantaran Sungai Cisadane menjadi pilihan tempat tinggal karena banyak warga China Benteng melarikan diri saat terjadi pemberontakan tahun 1740. “Pemberontakan itu menyusul keputusan Gubernur Jenderal Valkenier untuk menangkap orang China yang dicurigai,” katanya. Jika tertangkap, mereka dikirim ke Sri Langka untuk bekerja di perkebunan VOC.Para warga keturunan Tionghoa pun mengungsi. Mereka bersembunyi di beberapa kantong Kabupaten Tangerang, termasuk Mauk, Serpong, Cisoka, Legok, Teluk Naga, dan Kosambi. Terancam digusurDi tengah Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya dicekam banjir tatkala musim hujan, bantaran sungai menjadi sasaran pembenahan. Keputusan Suhadi dan warga China Benteng lain tinggal di bantaran Sungai Cisadane pun menuai kontroversi. Peraturan baru muncul: bantaran sungai tak boleh ditinggali.Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memegang teguh aturan itu. Menurutnya, tanpa memojokkan etnis tertentu, siapapun tak boleh menempati tepian sungai. “Sekarang ini tidak saja warga China Benteng, pribumi pun banyak. Bila menyalahi aturan, kami bisa tertibkan,” kata Arief, Walikota Tangerang pada VIVAnews.Menurut Ju Lan selaku peneliti, itu kasus yang umum terjadi. Sebab, para warga itu tak ada yang punya sertifikat tanah. Jangankan itu, Iwan, putra Suhadi pun tak punya surat menikah karena statusnya yang warga keturunan.Alasan lainnya, mereka merasa tanah ditempati turun-temurun itu sudah menjadi hak milik. Sebenarnya, kata Ju Lan, masalah akan beres jika pemerintah mengurusnya sejak awal. “Pemerintah juga menganut azas warga negara aktif. Artinya, semua harus dimohonkan secara aktif. Warga juga berhak mengajukan kepemilikan tanah,” katanya. Untuk kaum berpendidikan, mungkin itu hal mudah. Mereka juga beruang. Tapi bagi warga China Benteng yang tinggal di bantaran, itu adalah soal rumit. Seharusnya, kata Ju Lan, pemerintah bisa menggratiskan surat untuk warga miskin. Atau, memberi kompensasi atas kepindahan mereka.Namun, yang dirasakan Suhadi justru sebaliknya. “Kalau dikasih duit, saya pergi sekarang juga. Tapi nggak ada respons,” ujar Suhadi.Tentu, ada kerisauan lain di balik rencana penggusuran. Bagi warga China Benteng, mereka bersiap budaya khas Tionghoa bakal tergerus. Misalnya tradisi Pe Chun, upacara meninggikan arwah seorang menteri Tiongkok yang tak ketahuan rimbanya setelah diculik itu. Atau cokek, atau musik gambang keromong.Tak jelas kemana kelak warga China Benteng akan pergi. Di sisi rumah Suhadi, arus Sungai Cisadane mengalir deras di musim hujan ini. Airnya meliuk-liuk lalu lenyap dari pandangan ditelan bangunan kumuh. Dan kampung itu pun terasa kian terasing. (np) diambil dari vivanews.com

Minggu, 22 Desember 2013

Trik Cara Mempercepat Koneksi Internet Pada Jaringan WiFi/Hotspot

hallo, kali ini aku mau ngasi tau cara biar jaringan internet kita bisa cepat saat main internet dijaringan wifi/hotspot.
Biasanya orang pake aplikasi untuk mendongkrak kecepatan internet mereka, tapi cara saya beda, ga perlu pake aplikasi, hanya perlu buka Command Prompt aja.
Biar ga lama mending langsung aja kita ikuti caranya.
1. Koneksikan komputer anda pada jaringan wifi. Setelah itu klik kanan pada nama jaringan lalu pilih Status
jaringan
2. maka akan muncul Status Wireles Network Connection lalu klik Detail
status
3. Ingat atau catat angka yang  ada seperti dilingkaran warna merah.
4. Klik StartRun Ketik cmd.exe     (Windows + R untuk win 7)
5. Ketikkan teks ini ping -l 500 192.168.1.1 –t ping -l 500 192.168.1.1 -t lalu enter
tujuannya adalah anda meminta bandwitch sebanyak 500 bytes dari server jaringan hotspot. Bandwitch normal yang diberikan biasanya hanya 32 bytes per-user tetapi dengan mengetikkan format diatas berarti anda meminta 500 bytes, tetapi jika anda belum puas anda bisa menambahkannya sampai 1000, 2000, 3000 sapai 6000 pada angka 500 itu.
192.168.1.1 adalah IP address dari jaringan hotspot yang aku gunakan.
Biarkan jendela cmd terbuka selama anda internetan
Ping cmd
Bisa dibayangkan betapa kasihannya orang yang cuma mendapatkan 32 bytes sedangkan anda 500 bytes. Ingat untuk mengasihani orang lain
Semoga ada manfaatnya….

Kamis, 19 Desember 2013

8 April 2014 Windows XP Tamat!

http://images.detik.com/content/2012/04/12/319/xp.jpg Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Setelah menemani pengguna komputer di seluruh dunia, akhirnya Microsoft menyatakan akan benar-benar menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi Windows XP pada tahun 2014 nanti.

Ini artinya Windows XP dua tahun lagi dipastikan akan benar-benar tamat. Hal ini dilakukan raksasa software tersebut sebagai bagian kebijakan siklus hidup sistem operasi.

"Pada tahun 2002 Microsoft memperkenalkan kebijakan Siklus Hidup sisem operasi yang berdasarkan umpan balik pelanggan untuk memiliki transparansi dan kredibilitas dukungan untuk produk Microsoft," tulis Microsoft di situs resminya, yang detikINET kutip, Kamis (12/4/2012).

Sesuai kebijakan ini, Windows XP dan produk Office 2003, menerima dukungan minimal 10 tahun (5 tahun dukungan Mainstream dan 5 tahun dukungan Perpanjangan). Sehingga Microsoft akan benar-benar menghentikan dukungan pada 8 April 2014.

Setelah tanggal 8 April 2014, tidak akan ada lagi update keamanan baru, non-security hotfix, dan dukungan online lainnya baik itu yang berbayar ataupun gratis.

Mau tidak mau Microsoft memaksa pengguna desktop untuk menggunakan versi terbaru dari Windows, yang disarankan adalah Windows 7 dan Office 2010. Karena Microsoft tidak lagi menjamin keamanan di XP tersebut.

Minggu, 01 September 2013

bahayakah smartphone buat kehidupan kita???

Inilah 10 Cara Smartphone Menghancurkan Kehidupan Kita

orang di kedai kopi
Canggung di kedai Kopi I foto youtuube
Hampir semua orang di dunia memiliki smartphone, namun kehadiran perangkat modern mungil ini telah menyebabkan orang-orang di sekitar kita sedih karena kehilangan perhatian. Bayangkan tidur dan bangun tidur smartphone yang menjadi perhatian yang terutama.

Kehadiran smartphone pun telah mengikis kebiasaan kita berkomunikasi sehari-hari, kehadirannya membuat kita canggung seaakan kita berada di suatu tempat yang jauh. Sekalipun itu Anda berteriak memakai speaker toa orang sudah malas mendengarkan cerita dari Anda.

Teknologi canggih ini membuat kita terlihat begitu bodoh dan bahkan menghancurkan kehidupan kita. Tapi ini bukan hanya dimana orang-orang yang menggunakan ponsel mereka untuk mengirim gambar memalukan bagian tubuh yang tidak pantas. Ada banyak cara lain perangkat ini merusak kehidupan kita.

Bagaimana perangkat ini menghancurkan kehidupan manusia, tulis News.com.au, menyoroti sepuluh cara smartphone menghancurkan kehidupan kita.

1. Ponsel Menjadi Teman Tidur dan Bangun Tidur

Pasangan suami istri salah satu dari mereka, anak galau atau siapapun dia, ketika akan tidur dan bangun tidur smartphonelah yang lebih dulu diperhatikan untuk update status dan mengecek status di facebook atau twitter.

2. Rela Membayar Mahal Untuk Merekam Sebuah Konser Musik

Pernah Berkunjung ke konser akhir-akhir ini? Menakjubkan, bukan, bahwa orang-orang akan rela membayar 100 dolar atau lebih hanya untuk mengambil rekaman Konser musik Metallica dan meng-upload-nya ke YouTube dan berkata "Dengar, aku pergi ke  Konser Metallica!".

3. Bos Berhasil Masuk Sampai ke Kehidupan Pribadi Anda

Apakah Anda mendapatkan pesan tugas dari e-mail pada ponsel Anda?  Ini berarti bahwa sekarang bos telah memiliki tidak hanya tubuh dan jiwa Anda sebagai budak, tetapi juga menyerang privasi Anda.  Tentu saja, ini dapat dihindari jika Anda tidak menggunakan smartphone setelah kembali pulang dari kerja atau menonaktifkan fitur email.

4. Kita merusak MATA DAN JARI  Kita

Di abad ke-21, keypad dan layar masih terlalu kecil untuk jari-jari dan mata kita. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar dapat menyebabkan masalah serius dengan tendon jempol, cedera tulang belakang leher dan penglihatan kabur atau miopi. Hal ini terkait dengan gadget layar kecil dan tombol kecil.

5. Takut Basah atau keringatan

Disaat sebelum Anda memiliki smartphone Anda pasti rela menerjang hujan atau rela di dorong ke kolam renang atau ke pantai dan berlari-lari kesana kemari menyebabkan tubuh berkeringat. Kini semua telah berubah, bukan Anda yang takut basah tapi Anda takut smartphone berharga ratusan ribu atau juta terkena air atau rusak dan ketinggalan memantau rutinitas online.

6. Orang-orang berhenti membaca

Entahlah, apakah sekarang masih lariskan buku fisik di toko? Setelah mengambil gadget, kesempatan orang untuk membaca hilang dan orang-orang lebih memilih mengupdate status, membaca dan membalas status di jejaring sosial. Bosan facebookan dan twitteran orang beralih membuka kebun online (Farmville) atau main game Angry Birds. Mereka menjadi sibuk untuk selamanya.

7. Melewatkan Kegembiraan Spontan

Anda tidak bisa lagi mendapatkan suprise dari teman-teman Anda dan penghargaan selamat, orang di sekitar Anda tidak perduli lagi kalau Anda menang main bowling atau Ulang tahun sebab mereka semua sibuk dengan perangkat pintar mereka masing-masing.

8. Kehilangan Rasa Sosialiasi

Seberapa sering Anda melihat orang minum kopi di kafe, disana Anda dapat melihat orang-orang tidak berkomunikasi satu sama lain, dan mereka semua sibuk dengan ponsel masing-masing. Kita secara perlahan melupakan bagaimana mengisi keheningan dan canggung untuk memulai sebuah percakapan yang sopan. Bahkan orang-orang terdekat berhenti untuk sepenuhnya berkomunikasi satu sama lain dan semakin lebih memilih online.

9. Keburukan dan Obsesi Selalu mengikuti Anda

Pecandu game tidak lagi harus menunggu sampai dia pulang ke rumah sebelum mereka menikmati gairah mereka. Lebih bahaya lagi, begitu juga dengan pecandu judi sekarang bahwa setiap bandar taruhan memiliki aplikasi di smartphone.

10. Merusak Memori

Seperti disebutkan di atas, smartphone adalah cara yang bagus untuk merekam momen paling bodoh dan mamerkan ke publik untuk selamanya. Selama ribuan tahun, sudah anugerah bahwa alkohol memiliki kekuatan mistik menghapus memori atau ingatan kita. Begitu juga dengan smartphone orang-orang malas menghafal, seperti tanggal ulang tahunnya atau temannya dan lebih memilih memasang alarm sebagai pengingat suatu momen tertentu.